
Anak Merupakan Buah Hati Orang Tua
Sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam:
Artinya:Dari Abi Musa Al 'Asy'ari :Sesungguhnya Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam telah bersabda,"Apabila mati anak seorang hamba,Allah berfirman kepada para malaikat-Nya,'Kamu telah ambil anak dari hamba-Ku?'
Jawab mereka,'Ya'
Maka Allah berfirman,'Kamu telah ambil buah hatinya?'
Mereka menjawab,'Ya'
Maka Allah berfirman ,'Apa yang di ucapkan hamba-Ku?'
Jawab mereka,'Ia memuji Engkau dan istirja' *1 .'
Maka Allah berfirman ,'Bangunkanlah untuk hamba-Ku satu rumah di surga dan namakanlah rumah tersebut dengan baitul hamdi(rumah pujian )'."
(Riwayat Tirmidzi(no.1023),dia berkata,"Hadist ini hasan gharib.")
*1 Yakni mengucapkan Alhamdulillah dan istirja' yaitu:Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un
Anak Merupakan Fitnah(Ujian)
Firman Allah Subhanallahu wa Ta'ala :
"Dan ketahuilah!Sesungguhnya harta-harta kamu,anak-anak kamu adalah fitnah(ujian/cobaan bagi kamu).Dan sesungguhnya Allah di sisi-Nya lah ada ganjaran yang besar" (Al ANfal:28)
"Hanya saja harta-harta kamu dan anak-anak kamu adalah fitnah(ujian/cobaan bagi kamu)Dan sesungguhnya Allah di sisiNya lah ada ganjaran yang besar (Ath Taghaabun:15) .
Anak merupakan fitnah atau ujian bagi setiap orang tua yang dapat membawa orang tua kepada kesenangan dunia dan akhirat apabila mereka mendidiknya di jalan Allah subhanallahu wa ta'ala,atua akan membawa mereka kepada kesengsaraan dunia dan akhirat apabila orang tua itu mendidik ana-anak nya di jalan syaithan.
Anak Adalah Bagian dari Usaha Orang Tua
Sabda Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam :
Artinya : Sesungguhnya sebaik-baik yang di makan oleh seseorang ialah dari hasil usahanya dan anaknya adalah dari usahanya.
(Hadist shahih di riwayatkan oleh imam-imam:Abu Dawud(dan ini lafazh-nya),Tirmidzi,Nasa'i,Ibnu Majah,Ahmad dan lain lain dari jalan 'Aisyah.)
Dalam lafazh yang lain:
Artinya :Dari 'Aisyah ,dari Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda," Anak seseorang itu dari hasil usahanya,(bahkan)dari sebaik-baik usahanya,maka bolehlah kamu memakan dari harta-harta mereka."
Hadist yg lain dari jalan Abdullah bin Amir bin Ash:
Artinya :Sesunnguhnya ada seorang laki-laki pernah datang kepada Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam dan dia berkata(yakni mengadu kepada beliau )," Ya Rasulullah,sesungguhnya aku mempunyai harta dan anak.Dan sesungguhnya bapakku telah mengambil hartaku."
Beliau bersabda,"Engkau dan hartamu adalah milik bapakmu.Dan sesungguhnya anak-anak kamu itu sebaik baik usaha kamu,maka makanlah dari hasil usaha anak-anak kamu."
(Hadist hasan riwayat Abu Dawud(dan ini lafazh -nya),Ibnu Majah dan Ahmad dan lain-lain)
Maka apa-apa yang di kerjakan oleh anak yang shalih dari amal-amal shalih,maka kedua orang tua akan memperoleh ganjaran tanpa di kurangi sedikit pun juga dari ganjaran anaknya.Karena anak adalah usaha kedua orang tua sebagaimana penjelasan Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam.
Ringkasnya,setiap amal shalih yang di kerjakan anak,maka kedua orang tua akan mendapat ganjarannya meskipun tidak di peruntukkan untuk kedua orang tua,seperti seorang yg menanam sebuah pohon atau tanaman,maka apa saja yang dimakan dari buah pohon tersebut atau tanaman tersebut yg di tanam baik dengan seizin pemiliknya atau di curi,baik oleh manusi atau hewan,niscayapemiliknya atau yang menanamnya tetap akan memperoleh ganjaran sebagaimana sabda Nabi shalallahu 'alaihi wa sallam :
Artinya " Tidak seseorang pun muslim yang menanam satu pohon tau menanam tanaman,lalu di makan oleh burung atau manusia atau binatang melainkan merupakan sedekah baginya"
(Hadits shahih riwayat Bukhori dan Muslim dari jalan Anas bin Malik)
Bagaimana Seorang Anak Bisa Mirip dengan Orang Tuanya?
Adapun sebab kesamaan bentuk rupa antara anak dengan bapaknya atau ibunya,ialah sebagaimana yang di sabdakan Nabi yang mulia shalallahu 'alaihi wasallam :
Artinya :"Adapun kesamaan rupa pada anak,maka sesungguhnya seorang laki-laki apabila dia menyetubuhi istrinya,lalu air (mani)nya (keluar) mendahului (air mani)istrinya,niscaya anak akan serupa dengannya.Dan apabila air(mani)istrinya (keluar) mendahului(air maninya),niscaya anak akan serupa dengan istrinya."
(Hadist shahih riwayat Bukhori 4/102-103 dari jalan Anas bin Malik dalam hadist yang panjang tentang masuk Islam nya Abdullah bin Salam)
Dan riwayat yang lain lafazh-nya sebagai berikut :
Artinya :"Adapun tentang anak,maka apabila air(mani)laki-laki mendahului air (mani)perempuan,niscaya anak serupa dengannya.Dan apabila air(mani)perempuan mendahului air (mani) laki-laki,niscaya anak serupa dengannya."(Riwayat Bukhori 4/268)
Sabda Nabi shalallau 'alaihi wa sallam :
Artinya" Mana saja di antara dua nutfah yang lebih dahulu masuk ke dalam rahim,kesamaan ada padanya "
(Hadist shahih riwayat ahmad 6/308/309 dari jalan Ummu Salamah)
Abdul Hakim bin Amir Abdat






0 comments:
Post a Comment