Assalamualaykum warahmatullah wabarakatuh;
Hmm..kali ini aku ingin sedikit berbagi kepada kalian semua saudaraku tentang sedikit ringkasan kajian hang batam kemaren malam.Kajiannya bagus banget,jd aku rasa perlu untuk berbagi karena mungkin ada yang tidak bisa mengikutinya kemaren malam.sayang aku lupa ustadz yang menyampaikan materi.
Tema dari kajian adalah berisikan tentang tausiyah dan muhasabah terhadap ibadah kita dan persiapan yang telah kita lakukan untuk menyongsong kematian kita.karena ini sifatnya ringkasan jadi mungkin hanya berupa garis besar dari apa yang telah disampaikan ustadz,tapi insyaAllah tidak mengurangi maknanya.
Setelah membuka dengan khutbatul hajah,ustadz mengajak kita semua untuk kembali merenungi tentang apa yang telah selama ini kita perbuat.ustadz membawakan sebuah syair arab"berapa banyak pemuda dan pemudi yang pada pagi dan sore harinya tertawa padahal kain kafan telah dijahit untuknya,berapa banyak bayi yang diharapkan masa depannya,kini sudah berada dalam kubur,dan berapa banyak pengantin yang sudah menghias kamar pengantinnya,tapi yang ditunggupun telah tiada".begitulah kurang lebih isinya.Kematian adalah satu hal yang pasti dan permasalahannya,sudah siapkah kita untuk mengahadapinya,sudah adakah bekal kita untuk menghadapi hari dimana semua orang merasa takut,pikirannya kosong yang ada hanyalah harapan akan ampunan Rabb yang Maha Tinggi.Hari dimana orang2 akan melupakan orang yang dicintainya yang ada hanyalah,akankan dia selamat dari azab yang tidak pernah terlintas dalam pikiran.
Sudahkah kita senantiasa mengingat hiruk pikuk hari kiamat??
mari kita merenung sejenak dari firman Allah subhanahu wata'ala surat al infithaar yang artinya:
"Apabila langit terbelah,Dan apabila bintang2 jatuh berserakan,Dan apabila lautan dijadikan meluap,Dan apabila kuburan2 dibongkar,Maka tiap2 jiwa akan mengetahui apa yang telah dikerjakan dan dilalaikannya,Hai manusia,apakah yang telah merperdayakanmu (berbuat durhaka)terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah,Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan(susunan tubuh)mu seimbang,Dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki,Dia menyusun tubuhmu,Bukan hanya durhaka saja,bahkan kamu mendustakan hari pembalasan.(alinfithaar 1-9)."
Ustadz juga mengajak kita untuk sedikit meluangkan waktu kita sebelum tidur untuk merenung sejenak terhadap apa yang telah kita lakukan dihari itu,berapa banyak lidah kita mengucapkan dzikir,berapa banyak waktu kita yang kita gunakan untuk mengingatNYA,atau malah waktu itu habis untuk hal2 yang Allah murkai atau juga terhadap hal2 yang tak bermanfaat.Selain itu,ustadz berusaha membawa kita kepada ramadhan yang baru saja kita lewati.berapa banyak orang yang menangisi kepergiannya,karena bulan ramadhan adalah guru yang sangat penting dalam membina jiwa kita.mengajarkan kesabaran dan sifat syukur akan nikmat2 Allah.lalu ustadz mengisyaratkan,keimanan itu laksana mata uang yang memiliki 2 sisi,sisi itu adalah sabar dan syukur dan kesemuanya itu diajarkan pada bulan ramadhan.cobalah kita mengingat kembali,ketika dibulan ramadhan,banyak manusia yang beribadah pada malam hari tanpa mengingat lelahnya,tapi ketika ramadhan itu pergi,beribu alasan,capeklah,penatlah dan lain sebagainya yang membuat kita jauh dari ibadah2 yang secara rutin kita lakukan dibulan ramadhan.Akankah kita menemui bulan yang penuh berkah ini lagi?atau sebelum itu ajal kita telah tiba?
boleh jadi,ramadhan tahun depan kita tidak bisa menikmatinya bersama keluarga kita tetapi sendiri dalam kegelapan kubur.Astagfirullah...saudaraku...mari kita instropeksi diri kita,sudahkah ramadhan yang lalu kita isi dengan ibadah2 padaNYA??sudahkah ramadhan yang lalu berhasil membina jiwa kita?atau malah jiwa kita semakin jauh dariNYA?"Ya Rabb,aku mengakui kelalaian ku,aku mengakui dosaku,adan aku adalah termasuk orang2 yang dzalim terhadap diriku sendiri,ampuni hambamu yang hina ini ya Rabb,karena tak ada yang bisa mengampuniku kecuali Engkau".
Selanjutnya,ustadz menjelaskan bahwa pondasi dasar dari sebuah ibadah adalah ittiba' dan ikhlas.Janganlah sampai ibadah kita yang sedikit ini menjadi rusak karena hilangnya sifat ikhlas dari ibadah kita.
Saudaraku..apakah kita termasuk orang2 yang benar2 telah mengusahakan untuk kehidupan akhirat kita?apa yang kita inginkan setelah kematian kita?bukankah rumah2 yang indah dalam surga?bukankah kita menginginkah minuman2 yang lezat dalam surga??dan semua yang ada dalam surga?tapi permasalahannya,sudahkah kita siapkan mahar untuk bisa memasuki surga?.Logikanya,ketika kita ingin membeli sebuah rumah didunia ini,semakin bagus rumah itu maka akan semakin mahal harganya,semakin membuat kita untuk bekerja keras mengumpulkan harta untuk bisa mendapatkan rumah tersebut,lah,ini rumah disurga saudaraku,rumah yang indahnya takkan bisa kita cerna dalam pikiran kita,subahanallah.lantas jika kita gunakan logika kita,seberapa besar usaha yang harus kita lakukan untuk bisa memasuki rumah tersebut??
hanya dengan Rahmat Allahlah kita bisa memasuki rumah disurga bukan karena amalan2 kita.
Saudaraku..ustadz juga mengajak kita untuk jujur,apakah kita benar2 mencintai Allah?
mungkin kita menjawab,iya,kita mencintai Allah.apa bukti kalau kita mencintai Allah??"akhir dari sebuah cinta adalah pengahambaan kepada apa yang kita cintai".begitu syaikhul islam ibnu taimiyah memaparkan.Jika kita mencintai sesuatu membuat kita sangat ingin bertemu dengan yang kita cintai,jika menemui kendala maka kita siap berkorban untuk yang kita cintai.jika disebut apa yang kita cintai itu maka bergetarlah hati kita.sudahkah semua itu ada pada kita?sebagai bukti cinta kita kepada Allah.apa yang telah kita korbankan untuk bisa bertemu dengan Rabbul Alamin?.Aku malu pada diriku sendiri,aku malu pada Rabb ku.Dia senantiasa mengawasiku dan juga mengawasimu,tapi...tetap saja kelalaian dan dosa senantiasa menghiasi jiwa ini.Astagfirullah...
Benarlah apa yang dikatakan oleh ibnu qayyim al jauziyah,"orang2 yang memiliki hati yang sakit laksana memiliki sebuah daging dan syaithan adalah seperti seekor anjing yang kelaparan,meski kita telah berusaha mengusirnya tapi anjing itu tak kunjung pergi.Ya..itulah yang aku rasakan dan mungkin hal yang sama juga engkau rasakan saudaraku.Hati ini sakit..Hati ini masih jauh dari Allah azza wa jalla."ya Allah,dzat yang membolak balikkan hati,jadikanlah hati ini condong pada kebaikan dan ketaatan".Tiada tempat kembali,tiada tempat mengadu kecuali kepada Allah subhanahu wata'ala.
Mungkin itu sedikit ringkasan dengan sedikit penambahan dan sangat banyak kekurangannya dari apa yang telah disampaikan ustadz kemarin malam.tapi paling tidak bisa sedikit memberi manfaat untukku dan untukmu,saudaraku...akhirnya aku ucapkan
Wassalamu 'alaykum warahmatullah wabarakatuh;
Ingin Berbagi
Posted by CB Blogger
Blog, Updated at: December 02, 2006






1 comments:
jazakallahu khoyr.bagus ringkasannya.alhamdulillah,nambahin ghiroh ^-^
Post a Comment