Bila Anak Merobek Kertas

Posted by

aisyah lagi seneng senengnya merobek.. saya biarkan aja karna memang itu tahapannya,tuk melatih motoriknya. kebetulan dirumah byk kertss kertas yg ga dipakai. abis disobek,kan ada gunungan kertas tuh,yuk dihambur hamburkan keatas,taruh ke atas kepalanya...menyenangkan sekali...meskipun berantakan hehe..abis itu ya diberesin ^^

kelebihan merobek kertas antara lain adalah

Latihan ketrampilan. Bagi anak 13 – 15 bulan, kegiatan menyobek bukanlah sesuatu yang “main-main”. Mereka sungguh serius melakukannya! Dijepitnya helaian kertas dengan ibu jari dan empat jemari lainnya, kemudian dengan tangan lain lembaran yang sama dijepit dengan ibu jari dan empat jemari lainnya juga. Lalu “Shrrreeeekk! Shreeekkk!” akhirnya kertas di tangannya pun sobek menjadi dua bagian. Lalu diambilnya lagi sisa bagian tadi untuk dirobek lagi menjadi bagian kecil-kecil.
 
Jemari trampil. Tentu sebaliknya bagi Anda, pemilik kertas yang jadi korban robekan atau yang membeli buku cerita yang kini telah dirobek menjadi tidak utuh. Tak jarang Anda dan si kecil kemudian harus “berkonfrontasi” dalam memperebutkan buku atau kertas yang jadi obyek “latihannya”. 

Oleh karena, ketrampilan jemari yang diasah melalui kegiatan ini adalah sesuatu yang penting, sebaiknya tidak melarangnya dengan serta-merta. Latihan ini perlu dilakukan, tetapi dengan alat atau media yang tepat. Misalnya, kertas bekas atau daur ulang, atau buku tulis yang memang Anda sediakan untuk dirobek-robek.
 
Selain untuk latihan motorik halus, kegiatan merobek sebenarnya juga melatih kecerdasan emosi anak, terutama untuk mengendalikan dorongan atau emosi. Anak usia ini memang suka menggebu-gebu dalam segala hal. Maklum, ia sedang “memasuki” zona penuh tantangan bagi orang tua: the terrible two’s.
 
Salurkan hasrat. Anda dapat menyikapi kecenderungan si kecil dengan berbagai cara:
• Sediakan buku atau kertas khusus untuk alat latihan motorik halus melalui kegiatan merobek. Bisa berupa kertas yang sudah tidak dipakai, atau bon-bon bekas yang sudah harus dibuang. Jadi, sekalian membuang sampah dokumen, deh!
• Apabila hasratnya untuk menyobek sedang tinggi, berikan buku cerita yang terbuat dari bahan anti-robek (kertas tebal dengan permukaan licin dan sangat lentur) untuk sementara waktu. Dan, selamatkan buku-buku cerita anak yang mahal-mahal Anda beli, sebelum menjadi korban. Tapi jangan lupa untuk senantiasa mengingatkan dan memberitahu, buku cerita bukan benda yang tepat untuk dirobek.
• Beri contoh pada anak, cara merobek yang “tepat”. Anda bisa menggunakan kertas HVS bekas yang sudah tidak Anda pakai lagi. Lalu ajak si kecil melipat kertas terlebih dahulu sebelum merobeknya. Memang ini tak mudah pada awalnya. Tapi anak adalah peniru ulung. Ia dapat mengamati sesuatu dengan detil, hingga pada suatu saat akhirnya berhasil melatih ketrampilan jemari dan cara mengerahkan tenaga sedemikian rupa. Seperti yang Anda contohkan.

Jenis Permainan yang bisa menggunakan kertas:
Bola kertas. Remas kertas koran dan bentuk menjadi bola. Lempar bola ke keranjang yang ditaruh di atas kursi dari jarak satu meter.
Stimulasi: motorik kasar saat ia melempar.
Bulatan. Buat bulatan dan segitiga di kertas kuarto putih. Minta balita tiga tahun Anda menggambar apa saja dengan krayon di bidang tersebut.
Stimulasi: motorik halus, pengetahuan tentang bentuk, pengembangan imanjinasi dan kreativitas.
Melengkapi rumah. Buat bentuk rumah yang belum selesai, misalnya tanpa pintu, jendela, atap dan lain-lain. Minta balita tiga tahun Anda melengkapi kekurangan-kekurangan rumah tersebut.
Stimulasi: perkembangan daya ingat dan konsentrasi.
Kolase. Minta anak merobek gambar buah dan sayur dari majalah dan flayer supermarket. Lalu ajak dia menempel robekan-robekan itu di atas kertas kuarto putih. Jadilah sebuah kolase buah dan sayur!
Stimulasi: motorik halus saat menempel, pengetahuan tentang gizi.
Perahu kertas. Bantu balita tiga tahun Anda membuat perahu kertas. Di usia ini tentu anak belum sepenuhnya mampu membuat perahu kertas. Setelah perahu kertas selesai, minta ia menggambarinya. Lalu, hanyutkan perahu di atas air dalam baskom, bathtub, atau genangan air hujan, sambil bernyanyi bersama, ”Row-row your boat, gentle down the stream. Merrely, merrely, merrely, merrely, life is but a dream!”
Stimulasi: motorik halus, imajinasi dan kreativitas saat anak menggambar, bahasa dan seni saat anak menyanyi.
Saat sedang menggambar dan menempel merupakan proses yang menstimulasi anak menumpahkan imajinasi tentang dunia yang ia lihat, perasaan dan pikirannya. Hasilnya akan terungkap bila bunda bertanya, “Gambar apa itu?” Jawaban balita tiga tahun pasti mencengangkan.
Ketika ia membuat gambar yang melengkung seperti daun pisang, dipulas warna hijau, lalu dibubuhi dua titik hitam, di mata orang dewasa gambar itu tak menunjukan apa pun. Tapi balita tiga tahun akan menjawab, “Ini gambar dinosaurus yang sedang tidur!
------------------ 
1. Jangan berteriak saat melarang anak menyobek. Bila setiap kali anak siap menyobek Anda berteriak -jeritan Anda mengisyaratkan sesuatu yang negatif dan dilarang- maka anak akan menjadikan kegiatan menyobek bahan ancaman. Ketika anak tahu menyobek buku itu tidak boleh, kapan-kapan dia akan mengancam menyobek buku bila Anda tidak memenuhi tuntutannya. Dengan kata lain, kemampuan barunya bisa dijadikan alat teror bila salah disikapi.

2.Sediakan keranjang kertas khusus untuk disobek, agar anak tidak merambah rak buku dan keranjang majalah atau koran. 

3.Pilih jenis kertas yang berbeda, guna mengajarkan tekstur dan kekuatan tangan anak. Misalnya:
  • Kertas timah bungkus permen cokelat, karena tipis dan lembut, maka mudah dicabik sampai menjadi serpihan kecil.
  • Kertas dos bungkus sepatu, agak sulit disobek karena tebal dan liat. Bila anak tidak berhasil menyobeknya, ajak dia meremas kertas itu untuk dijadikan bola. Dampaknya terhadap kekuatan otot telapak tangan dan jari, sama dengan menyobek.
  • Kertas tissue, tipis dan lembut sehingga tidak menimbulkan bunyi saat disobek.
  • Kertas merang atau kertas roti, bunyinya saat disobek bisa membuat anak senang.
4. Ajak anak membuat kolase, caranya:
  • Kumpulkan kertas dengan aneka warna, motif,  dan tekstur. Minta anak menyobeknya menjadi potongan-potongan kecil.
  • Tunjukkan pada anak cara menjumput potongan-potongan kertas itu, untuk mengembangkan otot yang akan diperlukan untuk menggunting.  
  • Siapkan selembar kertas, buatlah gambar, misalnya buah. Oles lem pada gambar, lalu kertas, minta anak menempelkan potogan kertas di permukaan gambar tersebut. Lem akan membuat tangannya kotor, tapi  anak pasti senang.  
5. Gunakan sobekan kertas untuk bahan belajar berhitung. Caranya, kumpulkan berbagai kertas bermotif, minta anak menyobeknya menjadi potongan-potongan., lalu Ajak anak menghitung potongannya dan memisahkan potongan-potongan sesuai warna atau motif.

6. Belajar ukuran, caranya: sobek kertas menjadi potongan besar dan kecil, lalu campur aduk kedua ukuran kertas. Ajak anak memisahkan potongan yang besar dari kecil, sambil mengucapkan kata "besar" dan "kecil" setiap kali memegang potongan kertas.

7. Belajar bentuk, yaitu:
  • Minta anak menyobek kertas.
  • Dengan pinsil atau krayon, tarik garis tepi pada sobekan kertas. Dari situ, Anda akan menemukan sebuah bentuk, misalnya bentuk daun, segi empat, atau hati.
  • Sebutkan bentuk yang dihasilkan, untuk menambah kosa kata. Misalnya, "daun", lalu minta anak mengulang kata yang Anda sebutkan.
8. Latihan kosentrasi, caranya:
  • Minta anak menyobek kertas.
  • Dari kertas yang sudah terpotong-potong, minta dia merobeknya lagi.
  • Perhatikan berapa lama waktu yang dia butuhkan untuk membuat serpihan kecil-kecil.
  • Lain waktu, tambah jumlah kertas untuk meningkatkan waktu yang dia gunakan untuk menyobek kertas menjadi serpihan. Semakin asyik dan semakin banyak kertas yang dia sobek, semakin terlatih konsentrasi anak.
9. Belajar mengenal warna
  • Sediakan kertas lipat warna warni.
  • Pilih beberapa warna, misalnya warna pelangi. Minta anak menyobeknya dalam bentuk memanjang.
  • Siapkan kertas kosong.
  • Oles lem di kertas sobekan, minta anak menempelnya dengan susunan merah, jingga, kuning, hijau, biru, ungu.
  • Beritahu anak nama-nama warna, lalu minta dia menyebutkan kembali.
10. Membandingkan bunyi, karena beda kertas, beda pula bunyi yang  ditimbulkan saat disobek. Anak menikmati bunyi saat kertas disobek. Berikan beberapa jenis kertas, misalnya kertas tissue dan HVS. Bersama anak, sobeklah dua jenis kertas itu, dekatkan di telinganya. Katakan, bagaimana bunyi kertas saat disobek.

Beracun dan Tajam!
- Kertas koran, majalah dan buku.
- Kertas bekas dengan tinta printer
- Kertas HVS baru

 sumber referensi 


Blog, Updated at: February 10, 2012

0 comments:

Search This Blog

Blog Archive

Powered by Blogger.

'aisyah .lahir 20 April 2011

TOKOh Utama blog ini

TOKOh Utama blog ini
Afif .lahir 14 Januari 2009

About Me

Love to writing , love to sharing...because sharing is caring